Cara Membuat Portfolio Investasi yang Profesional

Apakah Anda pernah mendengar tentang portfolio investasi sebelumnya? Bisa dikatakan jika portfolio investasi merupakan hal yang cukup krusial, terutama di kalangan pada investor. Dalam dokumen ini akan terlihat nantinya di mana Anda mengalokasikan uang dalam sebuah investasi yang sudah dilakukan.



Tidak hanya itu, portfolio investasi juga berisi tentang kumpulan saham, obligasi, reksa dana atau instrumen investasi lainnya yang Anda miliki. Tentu saja, portfolio investasi harus dibuat secara profesional, terutama ketika Anda ingin melebarkan investasi yang dilakukan tersebut.

Nah, pada kesempatan ini akan dibahas tentang apa itu portfolio investasi dan cara untuk membuatnya secara profesional. Penasaran? Simak ulasan selengkapnya!

Sekilas Tentang Portfolio Investasi

Apa yang sebenarnya dimaksud dengan portfolio investasi tersebut?

Nah, dalam pengertian yang singkat, portfolio investasi adalah kumpulan aset investasi yang dimiliki baik oleh individu, lembaga keuangan, perusahaan ataupun juga manajer investasi. Dokumen ini berisi tentang susunan saham, reksa dana, obligasi, uang tunai atau komoditas lainnya yang dimiliki oleh investor.

Adapun aset yang tersimpan dalam portfolio investasi ini bisa berupa sebuah karya seni, real estate, atau lainnya. Tentu saja, aset tersebut bisa mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang,

Cara Membuat Portfolio Investasi yang Baik

Seiring dengan pentingnya peran portfolio investasi, maka Anda perlu membuatnya secara profesional dan baik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya pembuatan portfolio investasi tersebut. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1)      Diversifikasi portfolio investasi

Diversifikasi adalah strategi dari investor guna mengoptimalkan return dan juga meminimalkan risiko dengan menempatkan investasi di lebih dari satu instrumen. Tentu saja, instrumen yang dimaksud adalah saham dan juga non saham.

Dalam diversifikasi portfolio investasi ini, ada baiknya jika Anda menggunakan beberapa produk investasi yang cenderung liquid. Beberapa diantaranya adalah reksa dana, pasar uang, surat deposito, serta emas.

2)      Tujuan dan jangka investasi

Sebelum Anda merancang portfolio investasi, maka pastikan terlebih dahulu tujuan dari investasi yang Anda lakukan tersebut. Misalnya saja, Anda melakukan investasi untuk biaya kuliah anak.

Nah, dengan demikian, nantinya Anda bisa menentukan jangka waktu yang diperlukan untuk melakukan investasi. Dengan penentuan dua hal tersebut di awal, tentu saja Anda akan terbantu untuk bisa memilih produk investasi yang tepat dan juga menguntungkan.

3)      Memahami profil risiko

Profil risiko adalah seberapa besar kemampuan seorang investor dalam menanggung risiko dari investasi yang dilakukan. Dalam hal ini ada tiga jenis profil risiko yang perlu diketahui, yaitu konservatif, moderat dan juga agresif.

Tipe konservatif merupakan investor yang cenderung mencari produk dengan risiko yang kecil. Sementara investor moderat bisa memberikan toleransi risiko sedang dan harga yang fluktuatif. Di samping itu, investor agresif memiliki toleransi risiko tinggi. Hal ini dikarenakan ia memiliki orientasi pada return yang cenderung besar.

4)      Menyeimbangkan risiko dan return

Ketika hendak membuat portfolio investasi, maka Anda juga harus menyeimbangkan risiko dan juga return. Hal ini perlu dilakukan terutama jika Anda memiliki beragam jenis saham yang berbeda.

Cara untuk menyeimbangkan tersebut adalah dengan cara menggabungkan saham dengan harga stabil dan saham dengan harga yang memiliki potensi terus naik. Dengan demikian nantinya kerugian yang terjadi akan bisa ditutupi dengan keuntungan yang didapatkan dari saham lainnya.

5)      Menyertakan modal

Hal lain yang penting terkait portfolio investasi sebelum terjun dalam dunia investasi adalah menyesuaikan modal. Dalam hal ini, Anda perlu mengalokasikan modal dengan hati-hati. Terlebih, jika Anda merupakan seorang investor pemula dan masih memerlukan adaptasi.

6)      Tentukan komposisi portfolio investasi

Satu lagi cara yang penting untuk membuat portfolio investasi yang baik adalah dengan menentukan komposisi portfolio investasi tersebut. Setelah mengetahui profil risiko, maka Anda perlu menentukan komposisi portfolio investasi yang tepat.

Misalnya saja, ketika Anda memiliki risiko konservatif, maka Anda bisa menggunakan pembagian 50% income portfolio dan 50% growth portfolio, dan lainnya.

Demikian beberapa ulasan tentang portfolio investasi. Terkait investasi, Anda bisa mencoba belajar tentang peer to peer lending. Ya, peer to peer lending adalahide investasi terkini yang memanfaatkan Fintech dan cocok dijalankan dengan modal yang tidak terlalu besar.

Deskripsi: portfolio investasi adalah salah satu hal yang penting untuk dipersiapkan sebelum memulai investasi agar nantinya Anda tidak mendapatkan kerugian atau masalah.

Post a Comment

0 Comments